Bagi sebagian orang, desain minimalis modern mungkin terasa membosankan. Sementara untuk sebagian lainnya, taman semacam ini malah terasa simpel dan penuh gaya. Di samping itu, taman minimalis diharapkan dapat berfungsi sekaligus sebagai kebun keluarga. Mendesain taman semacam ini di rumah tidak hanya memberikan kesempatan buat kamu untuk mempercantik hunian, tetapi juga berfungsi sebagai simbol gaya hidupmu.

Taman minimalis belakang rumah adalah tentang keterampilan kamu memanfaatkan ruang yang ada. Cobalah mengadaptasi tren yang melibatkan palet warna terbatas, dikombinasikan dengan garis-garis berani yang sederhana. Langkah ini akan membantumu menciptakan taman simpel nan memesona yang kamu impikan. Bagaimana caranya? Simak tips berikut ini!

1. Tetapkan batasan

Kesan minimalis di tamanmu harus dimulai dengan menetapkan batasan, karena desain yang minimalis adalah tentang keterbatasan. Perhatikan juga penggunaan warna dinding, pagar dan pelengkapnya. Perpaduannya sangat penting untuk menciptakan skema yang pas.

Warna netral adalah pilihan yang paling populer karena kesannya yang menenangkan. Komponen yang tidak dicat atau material ekspos bisa berpadu pas dengan berbagai tekstur dan shadow di sekitarnya.

2. Batasi penggunaan material

Membatasi penggunaan material sekaligus warna yang terlalu beragam, adalah kunci penting menciptakan taman minimalis di dalam rumah. Terlalu banyak skema akan membuat tampilannya tampak berantakan. Simak bagaimana desainer berikut ini memadukan berbagai warna yang senada untuk berbagai komponen sekaligus, tanpa membuatnya tampak membosankan.

3. Gunakan rumput dengan potongan yang rapi

Gunakan jenis rumput berdaun pendek agar tidak tampak berlebihan //

Gunakan jenis rumput berdaun pendek agar tidak tampak berlebihan // via http://i2.wp.com

Advertisement

Membahas soal desain taman minimalis, rumput merupakan elemen andalan sebagai penutup permukaan yang membuat tamanmu semakin terlihat menarik. Entah dibiarkan tumbuh bebas, atau dipotong rapi, rumput mudah bergabung dengan permukaan berwarna alami lain seperti kayu dan batu.

Untuk mendapatkan suasana minimalis, pastikan kamu merancang peletakan rumput dengan hati-hati. Kemudian, potong merata hingga menyerupai karpet secara rutin. Jika kamu khawatir perawatannya akan menyulitkan, menggunakan rumput artifisial juga bisa menjadi opsi yang tidak kalah menarik.

4. Batasi palet warna untuk tanaman

Untuk beberapa orang, taman yang indah mungkin adalah taman yang ditumbuhi aneka bunga warna-warni. Hal ini tidak berlaku jika kamu menginginkan taman minimalis. Pemilihan warna dan jenis tanaman juga menjadi penentu, bagaimana keberadaannya mampu mendukung lanskap yang ada di sekitarnya.

Untuk taman simpelmu, coba batasi penggunaan tanaman tidak lebih dari sepuluh spesies. Kamu bisa memasukkan jenis tanaman yang lebih banyak, namun pastikan skemanya serasi satu sama lain. Membatasi palet tidak hanya akan membuat kesan minimalis semakin terasa, tetapi juga memudahkanmu dalam melakukan perawatan. Terlihat serasi bukan?

5. Gunakan sekelompok tanaman untuk menyatukan desain secara menyeluruh

Gunakan skema warna yang kohesif, baik dalam pemilihan wadah maupun pembatasan penggunaan palet. Pilihlah model wadah kontemporer, dengan sentuhan akhir yang bersih dan bergaya.

6. Tambahkan air mancur untuk sentuhan air

Menambahkan air mancur tidak sekadar mempercantik taman. Suara yang ditimbulkan dari air yang mengalir akan memberikan kesan yang menenangkan. Kamu bisa memilih beragam desain yang sesuai dengan konsep taman minimalis kamu.

Pemilihan warna pot dan jenis tanaman dapat mempengaruhi suasana minimalis yang ingin diciptakan. Kesatuan warna dari gradasi palet yang senada, akan menampilkan taman yang adem dipandang mata. Tidak ada salahnya juga menghadirkan satu tanaman atau pola yang kontras untuk memecah kebosanan. Namun, tetap pastikan kehadirannya tidak mengacaukan harmonisasi yang ada.

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca rumahmurah.com, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here